Menyambut Kepulangan Haji

Desember 24, 2008 at 6:11 am Tinggalkan komentar

Kebahagiaan yang tiada tara, itulah kalimat yang bisa dilukiskan kepada orang yang barusan kembali ke tanah air sepulang dari menunaikan Ibadah haji. Hati para tamu-tamu Allah pantas itu merasakan kebahagiaan yang mendalam karena mereka telah selesai menunaikan rukun Islam yang pamungkas atau terakhir. Mereka telah menyempurnakan ke-Islamannya dengan menjalankan ibadah yang tidak mudah dijalankan oleh semua ummat Islam. Mereka pantas bergembira karena mereka barusan memenuhi panggilan Allah bertamu ke Rumah-Nya di Baitullah Haram kota Makkatul Mukarramah.

Kepulangan para jama’ah haji adalah menjadi saat-saat yang sangat membahagiakan baik bagi para jama’ah haji maupun para keluarganya. Bagi jama’ah haji sendiri  sangat berbahagia karena mereka bisa kembali ke tanah air dan bisa berkumpul bersama keluarga kembali. Ketika berangkat  mereka telah tinggalkan segala yang dimilikinya berupa  harta, anak-anak, saudara, rumah, pekerjaan dan yang berharga lainnya demi untuk ibadah kepada Allah. Ketika berangkat mereka ikhlash meninggalkan semuanya, dan bahkan siap mati ketika menunaikan ibadah dalam rangka menyempurnakan rukun Islam yang kelima.Oleh karena ketika mereka bisa pulang kembali ke tanah airnya, rasa syukur dan rasa bahagia begitu meluap dan kadang sampai diwarnai tangis dan air mata.

Tidak hanya para jama’ah haji saja yang berbahagia dan bergembira. Semua orang yang terdekat dengannya yang meliputi keluarga, kerabat, tetangga, dan teman-temannya ikut merasakan kegembiraan dan kebahagiaan. Mereka semuanya menyambut kedatangannya dengan suka cita. Bahkan ada di beberapa daerah yang menyambut para jama’ah ini yang bagai menyambut ratu dan raja. Mereka menyambutnya dengan cara membersikan dan menghias rumah jamaah yang mau datang, memasang terop dan umbul-umbul, memasang spanduk selamat datang dan kegiatan yang lainnya. Rumah tamu Allah tersebut mendadak ramai menjelang kedatangannya. Persiapan konsumsi untuk tamu yang datang menjadi hal yang paling diutamakan. Begitu juga dengan persiapan oleh-oleh atau buah-tangan yang akan diberikan kepada setiap peziarah yang akan datang juga menjadi sesuatu yang tidak terlewatkan.

Begitu tamu Allah itu datang dirumah setiap orang yang sudah berkumpul dan menunggu kedatangannya, berebutan untuk bisa berpelukan dan bersalam-salaman. Mereka merasakan kebahagiaan bisa berpelukan dan bersalaman dengan jamaah haji yang barusan pulang. Mereka berharap bisa didoakan oleh para tamu Allah tersebut, yang mereka yakini masih memiliki doa-doa maqbul yang dan diijabah  permohonannya. Mereka tidak peduli kalau harus menunggu kedatangannya sampai larut malam asalkan bisa berjumpa dengan sang haji yang telah menunaikan kewajiban dari rukun Islam. Dan ketika doa-doa yang ditunggu-tunggu itu telah dipanjatkan, sejuta harapan berhamburan memenuhi setiap rongga dalam pikiran, seolah-olah semua telah terkabulkan.

About these ads

Entry filed under: Lintasan. Tags: , , , , .

Memilih Pergaulan Doa Pulang Haji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: