Bahayanya Sombong dan Riya

November 21, 2008 at 2:42 am Tinggalkan komentar

Salah satu sifat yang harus dihindari oleh semua manusia adalah sifat sombong. Karena hanya Allah swt saja yang berhak dan pantas untuk memiliki dan menyandangnya. Semua makhluq termasuk manusia yang merupakan ciptaan Allah tidak berhak memakainya. Karena Allah swt sangat tidak menyukai orang-orang yang berlaku sombong. Oleh karena karena sifat sombong inilah yang menyebabkan iblis melakukan pembangkangan terhadap perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Dan akibat pembangkangan inilah yang menyebakan ia di keluarkan dari surga. Padahal sebelum itu ia termasuk makhluq Allah swt yang diizinkan berdiam di surga-Nya. Dalam pergaulan kehidupan manusia sehari-hari, banyak orang yang tidak menyukai seseorang yang mempunyai sifat sombong

Sifat sombong bisa melemahkan posisi seseorang dalam menghadapi tantangan, baik yang muncul karena sebab kelebihan ilmu, wawasan, atau informasi. Ini sering mengakibatkan dirinya mudah mengambil kesimpulan, keputusan, atau bahkan memvonis keadaan. Jelas cara ini sangat berbahaya. Karena dengan cara seperti itu seseorang bisa terjebak dalam pandangan yang over estimasi terhadap dirinya dan sebaliknya under estimasi tentang orang lain atau keadaan yang dihadapinya. Ini pernah menjadi catatan pahit kaum muslimin di masa lalu, sebagaimana Allah rekam dalam ayat-Nya:“Sungguh Allah telah menolong kalian di banyak tempat dan pada hari (perang) Hunain, saat jumlah kalian yang banyak membuat kalian bangga tapi ternyata tidak berguna sama sekali bagi kalian (jumlah tersebut), dan bumi kalian rasakan menjadi sempit padahal ia luas, kemudian kalian berpaling dengan membelakang. Kemudian Allah menurunkan ketenteraman-Nya atas rasul-Nya dan atas orang-orang beriman dan menurunkan bala tentara yang kalian tidak dapat melihatnya, dan menyiksa orang-orang kafir. Dan itulah balasan bagi orang-orang kafir.” (At-Taubah 25-26)

Sifat sombong juga bisa terjadi dalam bentuk mengangkat atau menonjolkan diri sendiri melebihi kapasitas sebenarnya. Merasa diri paling berjasa dan berperan dalam meraih keberhasilan adalah bentuk lain dari kesombongan. Padahal keberhasilan dan kemenangan pastilah diraih melalui usaha bersama dan kerjasama dari semuanya. Sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada kemenangan yang dicapai oleh kesendirian. Kemenangan Islam adalah kemenangan kolektif dan dihasilkan dari ‘amal jama’i yang segala keputusannya lahir dari musyawarah (syura).

Disamping sifat sombong, ada lagi salah satu sifat yang perlu selalu diwaspadai dalam bermuamalah. Sifat yang dimasud adalah sifat Riya. Sifat Riya juga menempati posisi penting dalam faktor-faktor penyebab kegagalan dalam sebuah amaliyah dan dalam perjuangan da’wah Islam.. Sebelum riya itu berdampak buruk dalam kaitan interkasi sesama manusia, ia terlebih dahulu merupakan penyakit yang dimurka Allah swt. Sampai-sampai Rasulullah saw menjelaskan bahwa alih-alih mendapatkan pahala, orang yang beramal dengan riya lebih layak menjadi penghuni neraka. Karena memang orang yang riya bukan mencari ridho Allah dengan amalnya. Atau mencari ridho Allah sambil mencari pujian manusia. Dan Allah tidak suka cara seperti itu. Lalu, bagaimana bisa mendapatkan pertolongan Allah swt. jika dalam beramal yang diinginkan adalah keridhoan manusia?

Sifat Sombong dan riya ini merupakan induk dari akhlak buruk yang akan memunculkan perilaku buruk lainnya. Karena itu dapat dimengerti jika larangan sombong dan riya kemudian diikuti dengan larangan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah. Apa maksudnya? Maksudnya bukan dakwah dan perjuangannya yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, Tetapi adanya sifat-sifat dan akhlak buruk yang kadang menyertai dakwah dan perjuangan itu. Akhlak buruk bisa menyebabkan orang lari dari dakwah dan bahkan dari Islam itu sendiri. Dan jika ada orang yang lari dari Islam gara-gara kita yang berakhlak buruk, maka kita dianggap telah menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah. Maka, sifat-sifat buruk ini perlu dibersihkan dari diri kita.

About these ads

Entry filed under: Dakwah. Tags: .

Hidup Bersama Al Qur’an Berbuat Baik Kepada Orang Tua

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: