Meraih Haji Mabrur

Dalam tata cara pelaksanaan ibadah haji, ada tiga cara dalam melaksanakannya, yaitu:
Haji Tamattu Yaitu berniat melaksanakan ibadah haji kemudian memakai pakaian ihrom untuk Umroh di bulan-bulan haji ( Syawwal, Dzulqo’dah dan 10 Awwal Dzulhijjah ) dengan mengucapkanلبيك  اللهم  عمرة kemudian sesampai di kota Makkah kemudian melaksanakan thowaf, sa’i dan tahallul (mencukur rambut). Kemudian pada tanggal 8 Dzulhijjah kembali ber-Ihrom untuk melaksanakan haji dengan melaksanakan seluruh rangkaian ibadahnya dengan ketentuan wajib menyembelih kurban. (lagi…)

November 3, 2011 at 9:03 am Tinggalkan komentar

Ibadah Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah (pendidikan). Selama sebulan penuh umat Islam dibina atau dididik untuk kembali kepada jati dirinya sebagai hamba Allah swt. Sebagian orang mungkin akan merasakan beratnya didikan yang ada di bulan Ramadhan. Tetapi bagi siapa saja yang berhasil melewatinya serta lulus dari segala ujian yang ada didalamnya, maka mereka akan mendapatkan kemuliaan dan pahala yang tidak ada bandingannya. Pendidikan Ramadhan akan membersihkan manusia, yang pada sebelas bulan sebelumnya berlepotan dosa, dan mensucikannya sehingga kembali kepada kesucian fitrahnya. Dan dengan berbekal kesucian itulah mereka akan mengarungi bahtera kehidupan pada bulan-bulan berikutnya (lagi…)

Agustus 10, 2011 at 1:30 am Tinggalkan komentar

Taushiyah Jelang Ramadhan

Salah satu bentuk persiapan terbaik dalam rangka penyambutan istimewa bagi kehadiran bulan suci Ramadhan yang segera tiba, adalah dengan melakukan pembersihan hati dan penyucian jiwa (thath-hirul qalb wa tazkiyatun-nafs). Dan tobat merupakan salah satu wasilah (sarana) terbaik untuk tujuan itu. Karena mengapa hati perlu dibersihkan, dan jiwa harus disucikan, adalah karena hati dan jiwa itu kotor dan penuh noda. Dan yang mengotorinya adalah dosa-dosa (QS. Al-Muthaffifin: 14). Sedangkan cara pembersihan hati dari noda-noda dosa, dan jalan penyucian jiwa dari kotoran-kotoran maksiat, adalah melalui tobat.
Dalam sebuah hadits: “Jika seorang hamba melakukan suatu dosa, maka satu noktah (noda) hitampun langsung menempel di hatinya. Jika ia segera sadar, tobat dan beristighfar, maka hatinyapun menjadi bersih kembali. Adapun apabila ia malah menambah dengan dosa-dosa lain, maka akan bertambah pulalah noktah-noktah hitam itu, sampai (jika tetap tidak tobat) benar-benar menutupi seluruh hatinya…” ( HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan ain-lain). (lagi…)

Juli 27, 2011 at 2:40 am Tinggalkan komentar

Tulisan Lebih Lama



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.